My Writings. My Thoughts.

Showing posts with label About Me. Show all posts
Showing posts with label About Me. Show all posts

Semoga

At » 1:29 AM // 0 Comments »



Hari ini, aku menghapus namamu.



Dari YM. Dari Facebook. Dari ponsel.
Semoga pula, segera, dari kepalaku juga.


That much, I know

At » 7:24 PM // 2 Comments »




I don't know what to do. I don't know how we are doing. I don't know what you're thinking. I don't know what to say. I don't know how to say. I don't know where we are going. I don't know what is going to happen. I don't know what's right anymore. I don't know how you're feeling.

Selamat Pagi..

At » 5:19 PM // 0 Comments »



Selamat pagi, dunia.
Tolong aku melewati hari ini....


Engkau tahu,
aku ingin tersenyum,
ketika tak mengingatnya,
ketika mengingatnya,
dan saat-saat di antaranya.


Karena itu,
tolong aku. hari ini.

tentang senja

At » 6:00 PM // 0 Comments »



kukira aku telah selesai berbicara tentang senja. tentang bagaimana senja hanyalah secarik kertas yang dilapisi warna kuning keemasan yang disebut sebagai lembayung. Atau biru pekat yang menggigil, yang ia sebut indigo. tentang bagaimana burung-burung pulang petang, dan nelayan bersiap-siap berlayar.



tetapi, sama seperti kemarin, dan hari-hari sebelumnya, aku masih menemukan diriku duduk di tepi pantai, memeluk kedua lututku, merasakan butir-butir pasir menggesek habis perasaan yang lara ini, yang kian menua dimakan waktu. memandangi ombak bergulung, dan memecah ketika kedalaman laut berubah. berdebur tatkala mencoba memecah karang, menjejak basah di udara, dan lenyap ditarik pulang ke laut.


Dan aku menangis. Masih menangis. Meluruh rasa yang menggenap di mata, di hati, dan di raga. Untuk apa, aku tak pernah betul-betul tahu. Barangkali karena senja indah akan segera dilahap oleh malam. Dan kembali menjalani siklus yang tanpa henti...

Bintang-bintang rungau

At » 9:35 PM // 0 Comments »




bintang-bintang rungau.
barangkali ia lupa menyalakan lampu,
atau generator di belakang rumah tak lagi mampu berlari..


bintang-bintang rungau.
dirimu terasa jauh,
dan ketika kugenggam dengan telapakku,
aku merasa mataku tengah menipu dengan ilusi optik.
Karena aku tak jua bisa memiliki....


bintang-bintang rungau.
bagaimana bisa sepi bercengkerama dengan dia,
sementara sunyi adalah pasangannya yang sama-sama bisu?
bintang-bintang rungau.
Mari bersama larut dalam insomnia,

secangkir kopi dan kafein yang tebal.


Karena setiap kupenjamkan mata,

dirimu

datang

menari..

Aku Ingin Hujan Berhenti

At » 9:24 PM // 0 Comments »



Justru aku ingin hujan berhenti..
menggenang tanah basah di muka bumi.


Justru aku ingin hujan berhenti..
meluruh di udara dan menjejak pelangi.


Justru aku ingin hujan berhenti..
karena ia menikam ulu jantungku
.
.
dengan kenangan akan dirimu...

Berasa ABG

At » 5:53 PM // 2 Comments »
Apakah perasaan membuncah yang kurasakan setiap mendapati sedang memandangiku, hanya kurasakan sendiri?
Apakah sensasi terbakar di wajahku, yang menciptakan warna merah untuk kemudian kau lihat, hanya terjadi padaku?
Apakah pemikiran bahwa dirimu memang sedang menatapku, hanya khayalan dan imajinasi konyol belaka?

Dan masih ada beribu-ribu APAKAH yang berseliweran di kepalaku. Begitu banyak pertanyaan yang jawabannya hanya sesederhana 'YA' atau 'TIDAK', tetapi mendadak selalu terasa konyol. Selalu tak bisa kuyakinkan diriku sendiri, bahwa jawaban darimu memang 'YA'. Membuatku kian nelangsa, kian senewen, dan kian ingin bertanya.

Meski begitu, Engkau tahu, diriku ini sedang menahan lidahku untuk tidak melontarkan abjad-abjad memalukan itu tatkala dirimu berada di dekatku, menanyakan kabarku, atau sekadar bertegur sapa. Kepiting rebus memang enak. Tetapi kalau wajahmu mendadak merah seperti kepiting rebus? Jangan tanya.

Jangan tanya. Jangan tanya. Jangan tanya.
Diulang tiga kali. Biar mantap.

Karena itu, aku akan hanya menunduk. Bukan karena tersipu. Bukan karena malu, mendadak menjadi ABG kembali.
Tetapi lebih karena aku menyerah pada substansi yang kau sebut sebagai CINTA, melalui binar-binar matamu.

Apakah binar-binar itu juga untukku?
@#$%^&*!!

Aku Ingin Tidur Saja

At » 5:41 PM // 0 Comments »
Aku menghela napas. Panjang.
Untung Oma tidak berada di sini sekarang. Kalau tidak, ia pasti akan menceramahiku. Anak kecil kok menghela napas panjang, seperti ada masalah besar saja. Ya, bagi Oma, anak kecil sepertiku bahkan belum benar-benar tahu, apa yang namanya masalah besar itu.

Kulemparkan pandangan ke luar jendela. Jalanan berdebu. Orang-orang tampak penat. Sebagian lainnya tampak lusuh dan tak bersemangat. Langit sama kusamnya. Abu-abu. Monokrom. Membuatmu segera merogoh tas atau ranselmu untuk mencari benda yang bernama payung.

Sesungguhnya, aku bukan punya masalah besar. Aku hanya punya beban berat, yang serasa menghimpit dadaku. Beban yang kadangkala kupikir hanyalah efek dramatisasi diriku sendiri, berkat sisi melankolis yang demikian kental mengalir dalam darahku.

Aku menghela napas lagi. Melemparkan pandangan ke jendela lagi.
Terasa lebih mudah untuk menghakimi orang lain daripada diri sendiri, bukan?
Entahlah. Aku ingin tidur saja.

I'm not fine.

At » 9:29 PM // 1 Comments »




Aku tidak baik-baik saja.
Seharusnya kau tahu itu.

Hujan Tadi Malam

At » 9:27 PM // 0 Comments »
Tadi malam,
hujan turun.
Bergemuruh,
berderu.
Mendesau,
mendesir.

Dan aku,
bergelung dalam selimut tua
yang kau beri.

Aku,
kangen
padamu.

Lelah

At » 2:01 AM // 0 Comments »
Aku lelah bertanya-tanya. Lelah mereka-reka. Lelah berspekulasi. Lelah menduga-duga.
Mengapa tak kau datang saja ke hadapanku?
Dan mengatakan padaku, apa yang kau pikirkan, apa yang kau rasakan?

Menulis

At » 1:51 AM // 0 Comments »
Menulis sama seperti berperang. Kau menyiapkan amunisi; senapan, peluru, rompi-anti-peluru, helm baja, sepatu lars. Atau terkadang hanya sebilah samurai, berkilat dan tajam. Kau menyiapkan hatimu, jiwamu, dan seketika, berondongan katakata itu menghujam. Menumbuk. Menyobek. Mencabik. Kau berlindung. Tiarap. Sesekali, ledakan itu berdentum. Kau terlonjak. Terkaget.




Menulis sama seperti bercumbu. Kau merangkai aksara menjadi kata, kata menjadi frasa, frasa menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf, dan paragraf menjadi wacana. Kau menabung waktu, mengurai makna, dan mencurahkan rasa. Hingga tulisan itu lahir, dari rahim benakmu. Dan kau mengalami orgasme dashyat. Kau tergoda. Ketagihan akan candunya.




Dan, di sinilah aku. Terkekeh sambil menghirup teh. Mengais-ngais kenangan remeh dan mengaduk bongkahan gula yang perlahan meleleh.

Resolusi Tahun Baru

At » 12:36 AM // 0 Comments »
2008!!!!!!!!!!



Ya ampun, gw sudah TUA donk???

Sebenarnya bikin resolusi itu not so me gito, tapi pikir-pikir, bole juga. Di satu sisi, gw ntar di akhir 2008 bisa menilai konsistensi dan pencapaian gw, di sisi lain, rasanya pasti bakal gemanaaa geto kalo tau ada satu mimpi yang bisa kewujud. Kalo ga kewujud? Biar itu jadi pemicu sajalah, to be better next time. Kita semua sedang belajar, bukan?

Oke, ini dia...

(1) Lulus S1 pastinya
(2) Pengen dapat kerja, dengan karir yang menjanjikan, dan kalo bisa sih ga jauh-jauh dari bidang kuliah gw..
(3) Belajar nyetir mobil.......
(4) Sudah bisa bikin Mandala
(5) Beresin draft novel, nyari penerbit,
(6) Beli HP baru!
(7) Rajin nulis di blog... (blog gw ada tiga loh...hehe pamer...)
(8) Fitness!!!

Hehe, oke, segito dulu deh, ga pake rakus2 amat. Semoga ga bikin ketawa ya...hehe
At » 1:15 AM // 0 Comments »



Dan aku, terjaga lagi...
dalam gulita. dalam pekat

apa lagi yang bersisa,
bahkan tak secuilpun remah asa

Sudah lama aku karam
terbenam dalam tiada
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
[ When time has proved that you're nothing.. ]*esw's250807

Menelusuri Jejak Sejarah

At » 5:35 AM // 1 Comments »
Sejarah ibarat awan, kata Dee dalam bukunya Filosofi Kopi. Ia tampak kokoh dari kejauhan, namun begitu disentuh barulah terlihat kerapuhannya. Kira-kira seperti itu metaforanya, soale gw rada lupa persisnya gimana.

Dan aku pun teringat kembali pertanyaan guru Bahasa Inggrisku di kelas 2 SMU dulu (masih pake SMU, bukannya SMA), which subject do you dislike the most? Gw lupa konteksnya apa, yang membuat kelas kami ketika itu menuju ke topik tersebut. Yang pasti, waktu itu gw termasuk satu dari sedikit orang yang ditanyai beliau. Jawaban gw sederhana saja : History. She was surprised, for a reason I didnt know. Still then she asked me why. I told her that I had no particular reason, except that I just prefered to let bygones be just bygones.

Mungkin dalam beberapa hal, bygones lebih dari sekadar bygones. Kita bisa mengambil hikmah dari semua kesalahan kita, untuk menjadi a better person, idealnya begitu. Atau terkadang, masa lalu demikian indah untuk dilupakan begitu saja. Mungkin juga, di dalam sejarah dan seluruh masa lalu tersebut, tersimpan berjuta-juta kejayaan dan kebesaran yang tidak kita ketahui.
Dengan anggapan sederhana itu, gw akhirnya memutuskan untuk turut serta dalam semacam wisata budaya ke Jawa Timur, bersama dengan rombongan KCB, sebuah Dharma Center di Bandung, dengan tujuan utama : menelusuri jejak sejarah di sana.

Ada beberapa kerajaan di masa lalu Indonesia yang dibangun di Jawa Timur. Salah satu di antaranya adalah Majapahit, yang sekarang kira-kira terletak di Trowulan.
If you're an Indonesian, and even if you did not learn your history well, I am quite sure that you have ever heard about Majapahit. Kerajaan ini adalah kerajaan Buddhis terakhir yang berjaya di Pulau Jawa, sebelum akhirnya Islam memasuki Indonesia. Bukan kerajaan Buddhis sih, sebenarnya, lebih tepatnya Siwa Buddha.
Di Trowulan, rombongan kami mengunjungi petilasan Patih Gajah Mada dan petilasannya Raden Wijaya. It is believed that both of the royal highness of Majapahit sat on the soil before. And at this moment, I have finally seen buah Maja, a bitter fruit yang tumbuh di Desa Tarik, desa asal-muasal kerajaan ini. Buah Maja yang pahit inilah juga asal mula nama kerajaan Majapahit.

Lalu, ada pula kerajaan Kahuripan, dengan rajanya yang ternama Prabu Airlangga. Prabu ini turun tahta dan kemudian menjadi pertapa. Sempat pula kami mengunjungi Candi Jolo Tundro, yang merupakan tempat pemandian Prabu tersebut. Candinya masih utuh, kecuali patung garuda wisnu kencananya, yang seharusnya bertahta di puncak candi. Garuda wisnu kencana adalah patung yang menggambarkan Airlangga, dalam wujud Wisnu, yang sedang menunggangi garuda. Patung itu kini ada di museum Trowulan.

Tentu saja kerajaan Singosari, yang terkenal dengan Ken Dedesnya tak boleh ketinggalan. Sayangnya Candi Singosari telah tutup sore itu, sehingga kami tak sempat mengunjunginya.
Namun begitu, beberapa candi yang kami kunjungi antara lain Candi Jawi, candi Tikus, dan candi Brahu. Candi Tikus dan Candi Brahu agak berbeda dengan candi lainnya, yang mencolok tentunya dari penampilan luarnya, yang berwarna merah bata. Candi Tikus sendiri juga merupakan tempat pemandian, yang letaknya menurun ke bawah tanah (sunken). Ada mitos yang menyebutkan kalau kita memasuki candi tersebut, maka proyek yang sedang kita kerjakan saat itu, akan mengalami kegagalan. Benar apa ndak-nya, saya tidak tahu.

Pulang dari Surabaya, kami mampir ke Blitar, untuk mengunjungi makam Bung Karno. Seperti situs sejarah lainnya (baca : candi Borobodur), di situs ini beredar macam-macam pedagang souvenir khas Bung Karno. Untungnya, kami tiba di spot agak sore, sehingga suasana sudah 'agak' sepi. Biarpun begitu, pengunjung makam terbilang banyak, mengingat hari itu bukan hari peringatan atau semacamnya. Daerah itu juga dilengkapi perpustakaan modern, dengan desain interior yang WAH. Eksteriornya dihiasi sebuah kolam, sayangnya sudah kotor banget, dengan pilar-pilar di satu sisi kolom. Di kedua tembok pembatas kolom, bsia dilihat relief yang menggambarkan sejarah perjuangan Bung Karno. Meski gue bukan pengamat arsitektur Indonesia, tapi gw yakin kalo siapapun pasti akan kagum2 melihat desain kompleks makam Bunga Karno tersebut.
Dan pulang dari wisata sejarah ini, gw menemukan perspektif baru. Bangsa Indonesia sesungguhnya bangsa yang besar. Lihat saja bangunan candi berusia ratusan tahun, yang menghiasi sejarah kerajaan Indonesia. Candi-candi itu dibangun tanpa teknologi.
Bukan rahasia pula kalau alam Indonesia subur dan kekayaan alamnya luar biasa. Posisinya strategis... kalau saja manusianya berpotensi... Mungkin Indonesia bisa jadi negara adikuasa menyaingi Amerika. Mungkin. Siapa tahu?

Jika

At » 11:42 PM // 0 Comments »
Jika sejak awal memang dirimu tak pernah bermakna bagiku
mengapa aku mesti memikirkanmu?
mengapa di benakku hanya ada kamu?

mengapa senyummu terasa bagaikan air di padang tandus?
mengapa suaramu seperti simfoni alam, mendendangkan harmoni indah?

Jika sejak awal aku tau akan seperti ini...
akankah aku memilih yang seperti ini?

esdoubleu.
now falling....
- jika kamu memang bukan untukku, mengapa harus bertemu?-

It's a talk to myself

At » 7:12 AM // 0 Comments »
Aku ingin, mendekapmu dalam belaian waktu
yang berlalu diterpa detikan jam
ngilu di sudut jantungku

aku ingin, mendekapmu dalam lalu usia
menatap binar matamu kala bangun pagi
berdebar dan berdetak pelan
d a n m e s r a

aku ingin, mendekapmu di sisiku
menjadi bagian dari jiwa yang terlengkapi
Menjejak nyata dalam segenap rasa

Aku ingin, mendekapmu
sekali saja....

Biarpun seluruh mimpi serasa tak tergenggam
Namun nyata!
----------------------------------------------------------------------------------

aku tahu aku mencintaimu..

menerabas semak belukar dan belati tajam
menikam hatiku yang rapuh dengan hujamannya

Biar!
Biar air mataku yang membasuh lukaku yang berdarah
meneteskan segenap cerita tentang rasaku padamu


Aku hanya tahu aku mencintaimu
meski itu berarti tersayat beling
terhuyung dalam maya tak tergenggam,
tapi tak'kan pernah tersungkur

karena aku hanya tahu..
....aku mencintaimu..

------------------------------------------------------------------------

Kau dengar?

Jantungku tengah berdegup kencang

Tak perlu adrenalin. Cukup kau saja.

Ia akan berpacu dengan perasaan ini

Menandai lembaran-lembaran kangenku padaku.
24 lembar sehari, putri. Dan 24 lembar saja tak akan pernah cukup.

Kau dengar?

Jantungku tengah berdebar
dan setiap bunyinya adalah engkau, putri..
-----------------------------------------------------------------------------------

Rembulan mengawang dalam gelap
sinarnya lembut, memantul di permukaan daun yang basah
terasa mengkilat, menghantarkan sekepul ingatan
yang lama teronggok di sudut otak kecilku

Sejak malam itu,
aku sudah berhenti mengukur dan menghitung
;detik-detik yang kalap dan berlari dengan terburu-buru
;jarak yang menguak nasib antara

.................................................. ........................................
29.04.06
-------------------------------------------------------------------------------

izinkan aku,
mekar mewangi selamanya
menebar keindahan cintaku padamu

izinkan aku
menjadi kelopak terindah
yang tiada 'kan layu, mengabarkan hangatnya mentari
yang menerpaku..
-------------------------------------------------------------------------------------

mirror image

At » 9:45 PM // 0 Comments »

……..Mirror Image

Mirror mirror hanging on the wall…
Embusan napas perlahan-lahan mengotori kebeningan kaca di dinding.
Sesekali, sepasang mata elang itu terpenjam. Seolah dengan begitu, semua galau akan lenyap.

Satu menit...
Dua menit...

Mata itu terbuka. Menatap pemandangan yang terefleksi di depannya.

Sesosok raga ringkih terfokus samar di fovea. Mengirimkan impuls yang membelah lobus optikus.
Dijulurkan tangannya, mencoba menghapus bayangan uap yang tadi menempel.

Sekarang, bayangan itu kian jelas. Tapi, masih saja itu bukan bayangan yang pernah ia kenal...bayangan yang ingin diingkarinya...

*

Mirror mirror i wish you could lie to me...

Ia mundur beberapa langkah. Sekarang ia dapat melihat keseluruhan tubuhnya yang tak terbungkus.
Samar-samar tonjolan tulang rusuk membayang di dadanya.

Dibelainya wajahnya sendiri.
Dan bayangan itu juga melakukan hal yang sama.

Air muka itu segera berubah. Air muka yang kini dicicipi oleh kemuraman.

Ah, betapa anicca telah menggerogoti tubuhnya.

Tidak, bukan hanya ini…

Ada sesuatu yang lebih banyak berubah.
Sekonyong-konyong, hipokampusnya memvisualisasikan tampilan memori..

Mata yang menatap nanar.. Kata-kata yang menghujam... tawa yang menghakimi...

*

You dont hafta tell me, who’s the biggest fool of all...

Tidak!

Rahang itu mengatup erat.
Telapak itu terkepal kuat. Dan meluncur begitu saja.

Prang!

Serpihan itu melayang di udara. Mengirimkan refleksinya ke mana-mana. Jatuh teronggok. Sekarang, ia tak lagi berguna. Hanya setumpuk beling yang berserakan.

Seandainya…

Semua ini hanya ego.
Ego yang memenjarakan.

Kembali, mata itu terpenjam.
Pelan-pelan, basah merangkul tatapannya.

Ia menengadahkan kepalanya. Mencoba menghirup napas banyak-banyak. Mencoba menahan kucuran yang berlinang.

Tapi..

Ia jatuh terduduk. Menahan rasa sakit yang menjalari tubuhnya.
Sakit karena belenggu ego kian lama kian menyempit, mencengkram erat jiwanya dengan luka-luka yang tak terlihat.

Tak terlihat namun nyata...

Tangis itu pecah. Tak bersuara, dalam tumpuan kedua lutut. Dalam bekapan sunyi.

---April’05 – Yang terlihat namun terlupakan..

And the story begins...

At » 8:12 PM // 0 Comments »
Piuh... Finally..

I've been reading about blog-making-trend all around recently.. i've been wandering around.. downloading this blogspot dot com a few times, trying to sign up.. Yet i just cancelled them..

No use, i think, because i myself have already had another one @ Friendster :
http://listen-to-esdoubleu.blogs.friendster.com/my_blog/.. hehe.. Just trying to promote.. U surely have to visit it sometimes, coz i dont make a double publication..

But later i find myself again.. I find the same old honesty.. That i can write, i have passion to write..

Okay.. This is my very new beginning..So.. need your help and support..Thanx..



....es.....
The love is not enough ---;)

My videos. Featured videos.

My photos. Now you know me.

most viewed

Browse Flickr

My lifestream. Stay updated with me.

Recent Comments

My favblog. Feeds from them.