My Writings. My Thoughts.
Selamat Pagi..
tentang senja

Bintang-bintang rungau

bintang-bintang rungau.
Berasa ABG
Apakah sensasi terbakar di wajahku, yang menciptakan warna merah untuk kemudian kau lihat, hanya terjadi padaku?
Apakah pemikiran bahwa dirimu memang sedang menatapku, hanya khayalan dan imajinasi konyol belaka?
Dan masih ada beribu-ribu APAKAH yang berseliweran di kepalaku. Begitu banyak pertanyaan yang jawabannya hanya sesederhana 'YA' atau 'TIDAK', tetapi mendadak selalu terasa konyol. Selalu tak bisa kuyakinkan diriku sendiri, bahwa jawaban darimu memang 'YA'. Membuatku kian nelangsa, kian senewen, dan kian ingin bertanya.
Meski begitu, Engkau tahu, diriku ini sedang menahan lidahku untuk tidak melontarkan abjad-abjad memalukan itu tatkala dirimu berada di dekatku, menanyakan kabarku, atau sekadar bertegur sapa. Kepiting rebus memang enak. Tetapi kalau wajahmu mendadak merah seperti kepiting rebus? Jangan tanya.
Jangan tanya. Jangan tanya. Jangan tanya.
Diulang tiga kali. Biar mantap.
Karena itu, aku akan hanya menunduk. Bukan karena tersipu. Bukan karena malu, mendadak menjadi ABG kembali.
Tetapi lebih karena aku menyerah pada substansi yang kau sebut sebagai CINTA, melalui binar-binar matamu.
Apakah binar-binar itu juga untukku?
@#$%^&*!!
Aku Ingin Tidur Saja
Untung Oma tidak berada di sini sekarang. Kalau tidak, ia pasti akan menceramahiku. Anak kecil kok menghela napas panjang, seperti ada masalah besar saja. Ya, bagi Oma, anak kecil sepertiku bahkan belum benar-benar tahu, apa yang namanya masalah besar itu.
Kulemparkan pandangan ke luar jendela. Jalanan berdebu. Orang-orang tampak penat. Sebagian lainnya tampak lusuh dan tak bersemangat. Langit sama kusamnya. Abu-abu. Monokrom. Membuatmu segera merogoh tas atau ranselmu untuk mencari benda yang bernama payung.
Sesungguhnya, aku bukan punya masalah besar. Aku hanya punya beban berat, yang serasa menghimpit dadaku. Beban yang kadangkala kupikir hanyalah efek dramatisasi diriku sendiri, berkat sisi melankolis yang demikian kental mengalir dalam darahku.
Aku menghela napas lagi. Melemparkan pandangan ke jendela lagi.
Terasa lebih mudah untuk menghakimi orang lain daripada diri sendiri, bukan?
Entahlah. Aku ingin tidur saja.
Hujan Tadi Malam
hujan turun.
Bergemuruh,
berderu.
Mendesau,
mendesir.
Dan aku,
bergelung dalam selimut tua
yang kau beri.
Aku,
kangen
padamu.
Lelah
Mengapa tak kau datang saja ke hadapanku?
Dan mengatakan padaku, apa yang kau pikirkan, apa yang kau rasakan?
Menulis
Resolusi Tahun Baru
Ya ampun, gw sudah TUA donk???
Sebenarnya bikin resolusi itu not so me gito, tapi pikir-pikir, bole juga. Di satu sisi, gw ntar di akhir 2008 bisa menilai konsistensi dan pencapaian gw, di sisi lain, rasanya pasti bakal gemanaaa geto kalo tau ada satu mimpi yang bisa kewujud. Kalo ga kewujud? Biar itu jadi pemicu sajalah, to be better next time. Kita semua sedang belajar, bukan?
Oke, ini dia...
(1) Lulus S1 pastinya
(2) Pengen dapat kerja, dengan karir yang menjanjikan, dan kalo bisa sih ga jauh-jauh dari bidang kuliah gw..
(3) Belajar nyetir mobil.......
(4) Sudah bisa bikin Mandala
(5) Beresin draft novel, nyari penerbit,
(6) Beli HP baru!
(7) Rajin nulis di blog... (blog gw ada tiga loh...hehe pamer...)
(8) Fitness!!!
Hehe, oke, segito dulu deh, ga pake rakus2 amat. Semoga ga bikin ketawa ya...hehe

dalam gulita. dalam pekat
apa lagi yang bersisa,
bahkan tak secuilpun remah asa
Sudah lama aku karam
terbenam dalam tiada
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Menelusuri Jejak Sejarah
Dan aku pun teringat kembali pertanyaan guru Bahasa Inggrisku di kelas 2 SMU dulu (masih pake SMU, bukannya SMA), which subject do you dislike the most? Gw lupa konteksnya apa, yang membuat kelas kami ketika itu menuju ke topik tersebut. Yang pasti, waktu itu gw termasuk satu dari sedikit orang yang ditanyai beliau. Jawaban gw sederhana saja : History. She was surprised, for a reason I didnt know. Still then she asked me why. I told her that I had no particular reason, except that I just prefered to let bygones be just bygones.
Mungkin dalam beberapa hal, bygones lebih dari sekadar bygones. Kita bisa mengambil hikmah dari semua kesalahan kita, untuk menjadi a better person, idealnya begitu. Atau terkadang, masa lalu demikian indah untuk dilupakan begitu saja. Mungkin juga, di dalam sejarah dan seluruh masa lalu tersebut, tersimpan berjuta-juta kejayaan dan kebesaran yang tidak kita ketahui.
Dengan anggapan sederhana itu, gw akhirnya memutuskan untuk turut serta dalam semacam wisata budaya ke Jawa Timur, bersama dengan rombongan KCB, sebuah Dharma Center di Bandung, dengan tujuan utama : menelusuri jejak sejarah di sana.
Ada beberapa kerajaan di masa lalu Indonesia yang dibangun di Jawa Timur. Salah satu di antaranya adalah Majapahit, yang sekarang kira-kira terletak di Trowulan.
If you're an Indonesian, and even if you did not learn your history well, I am quite sure that you have ever heard about Majapahit. Kerajaan ini adalah kerajaan Buddhis terakhir yang berjaya di Pulau Jawa, sebelum akhirnya Islam memasuki Indonesia. Bukan kerajaan Buddhis sih, sebenarnya, lebih tepatnya Siwa Buddha.
Di Trowulan, rombongan kami mengunjungi petilasan Patih Gajah Mada dan petilasannya Raden Wijaya. It is believed that both of the royal highness of Majapahit sat on the soil before. And at this moment, I have finally seen buah Maja, a bitter fruit yang tumbuh di Desa Tarik, desa asal-muasal kerajaan ini. Buah Maja yang pahit inilah juga asal mula nama kerajaan Majapahit.
Lalu, ada pula kerajaan Kahuripan, dengan rajanya yang ternama Prabu Airlangga. Prabu ini turun tahta dan kemudian menjadi pertapa. Sempat pula kami mengunjungi Candi Jolo Tundro, yang merupakan tempat pemandian Prabu tersebut. Candinya masih utuh, kecuali patung garuda wisnu kencananya, yang seharusnya bertahta di puncak candi. Garuda wisnu kencana adalah patung yang menggambarkan Airlangga, dalam wujud Wisnu, yang sedang menunggangi garuda. Patung itu kini ada di museum Trowulan.
Tentu saja kerajaan Singosari, yang terkenal dengan Ken Dedesnya tak boleh ketinggalan. Sayangnya Candi Singosari telah tutup sore itu, sehingga kami tak sempat mengunjunginya.
Namun begitu, beberapa candi yang kami kunjungi antara lain Candi Jawi, candi Tikus, dan candi Brahu. Candi Tikus dan Candi Brahu agak berbeda dengan candi lainnya, yang mencolok tentunya dari penampilan luarnya, yang berwarna merah bata. Candi Tikus sendiri juga merupakan tempat pemandian, yang letaknya menurun ke bawah tanah (sunken). Ada mitos yang menyebutkan kalau kita memasuki candi tersebut, maka proyek yang sedang kita kerjakan saat itu, akan mengalami kegagalan. Benar apa ndak-nya, saya tidak tahu.
Pulang dari Surabaya, kami mampir ke Blitar, untuk mengunjungi makam Bung Karno. Seperti situs sejarah lainnya (baca : candi Borobodur), di situs ini beredar macam-macam pedagang souvenir khas Bung Karno. Untungnya, kami tiba di spot agak sore, sehingga suasana sudah 'agak' sepi. Biarpun begitu, pengunjung makam terbilang banyak, mengingat hari itu bukan hari peringatan atau semacamnya. Daerah itu juga dilengkapi perpustakaan modern, dengan desain interior yang WAH. Eksteriornya dihiasi sebuah kolam, sayangnya sudah kotor banget, dengan pilar-pilar di satu sisi kolom. Di kedua tembok pembatas kolom, bsia dilihat relief yang menggambarkan sejarah perjuangan Bung Karno. Meski gue bukan pengamat arsitektur Indonesia, tapi gw yakin kalo siapapun pasti akan kagum2 melihat desain kompleks makam Bunga Karno tersebut.
Jika
mengapa aku mesti memikirkanmu?
mengapa di benakku hanya ada kamu?
mengapa senyummu terasa bagaikan air di padang tandus?
mengapa suaramu seperti simfoni alam, mendendangkan harmoni indah?
Jika sejak awal aku tau akan seperti ini...
akankah aku memilih yang seperti ini?
esdoubleu.
now falling....
- jika kamu memang bukan untukku, mengapa harus bertemu?-
It's a talk to myself
yang berlalu diterpa detikan jam
ngilu di sudut jantungku
aku ingin, mendekapmu dalam lalu usia
menatap binar matamu kala bangun pagi
berdebar dan berdetak pelan
d a n m e s r a
aku ingin, mendekapmu di sisiku
menjadi bagian dari jiwa yang terlengkapi
Menjejak nyata dalam segenap rasa
Aku ingin, mendekapmu
sekali saja....
Biarpun seluruh mimpi serasa tak tergenggam
Namun nyata!
----------------------------------------------------------------------------------
aku tahu aku mencintaimu..
menerabas semak belukar dan belati tajam
menikam hatiku yang rapuh dengan hujamannya
Biar!
Biar air mataku yang membasuh lukaku yang berdarah
meneteskan segenap cerita tentang rasaku padamu
Aku hanya tahu aku mencintaimu
meski itu berarti tersayat beling
terhuyung dalam maya tak tergenggam,
tapi tak'kan pernah tersungkur
karena aku hanya tahu..
....aku mencintaimu..
------------------------------------------------------------------------
Kau dengar?
Jantungku tengah berdegup kencang
Tak perlu adrenalin. Cukup kau saja.
Ia akan berpacu dengan perasaan ini
Menandai lembaran-lembaran kangenku padaku.
24 lembar sehari, putri. Dan 24 lembar saja tak akan pernah cukup.
Kau dengar?
Jantungku tengah berdebar
dan setiap bunyinya adalah engkau, putri..
-----------------------------------------------------------------------------------
Rembulan mengawang dalam gelap
sinarnya lembut, memantul di permukaan daun yang basah
terasa mengkilat, menghantarkan sekepul ingatan
yang lama teronggok di sudut otak kecilku
Sejak malam itu,
aku sudah berhenti mengukur dan menghitung
;detik-detik yang kalap dan berlari dengan terburu-buru
;jarak yang menguak nasib antara
.................................................. ........................................
29.04.06
-------------------------------------------------------------------------------
izinkan aku,
mekar mewangi selamanya
menebar keindahan cintaku padamu
izinkan aku
menjadi kelopak terindah
yang tiada 'kan layu, mengabarkan hangatnya mentari
yang menerpaku..
-------------------------------------------------------------------------------------
mirror image
……..Mirror Image
Mirror mirror hanging on the wall…
Embusan napas perlahan-lahan mengotori kebeningan kaca di dinding.
Sesekali, sepasang mata elang itu terpenjam. Seolah dengan begitu, semua galau akan lenyap.
Satu menit...
Dua menit...
Mata itu terbuka. Menatap pemandangan yang terefleksi di depannya.
Sesosok raga ringkih terfokus samar di fovea. Mengirimkan impuls yang membelah lobus optikus.
Dijulurkan tangannya, mencoba menghapus bayangan uap yang tadi menempel.
Sekarang, bayangan itu kian jelas. Tapi, masih saja itu bukan bayangan yang pernah ia kenal...bayangan yang ingin diingkarinya...
*
Mirror mirror i wish you could lie to me...
Ia mundur beberapa langkah. Sekarang ia dapat melihat keseluruhan tubuhnya yang tak terbungkus.
Samar-samar tonjolan tulang rusuk membayang di dadanya.
Dibelainya wajahnya sendiri.
Dan bayangan itu juga melakukan hal yang sama.
Air muka itu segera berubah. Air muka yang kini dicicipi oleh kemuraman.
Ah, betapa anicca telah menggerogoti tubuhnya.
Tidak, bukan hanya ini…
Ada sesuatu yang lebih banyak berubah.
Sekonyong-konyong, hipokampusnya memvisualisasikan tampilan memori..
Mata yang menatap nanar.. Kata-kata yang menghujam... tawa yang menghakimi...
*
You dont hafta tell me, who’s the biggest fool of all...
Tidak!
Telapak itu terkepal kuat. Dan meluncur begitu saja.
Prang!
Serpihan itu melayang di udara. Mengirimkan refleksinya ke mana-mana. Jatuh teronggok. Sekarang, ia tak lagi berguna. Hanya setumpuk beling yang berserakan.
Seandainya…
Semua ini hanya ego.
Ego yang memenjarakan.
Pelan-pelan, basah merangkul tatapannya.
Ia menengadahkan kepalanya. Mencoba menghirup napas banyak-banyak. Mencoba menahan kucuran yang berlinang.
Tapi..
Ia jatuh terduduk. Menahan rasa sakit yang menjalari tubuhnya.
Sakit karena belenggu ego kian lama kian menyempit, mencengkram erat jiwanya dengan luka-luka yang tak terlihat.
Tak terlihat namun nyata...
Tangis itu pecah. Tak bersuara, dalam tumpuan kedua lutut. Dalam bekapan sunyi.
---April’05 – Yang terlihat namun terlupakan..
And the story begins...
I've been reading about blog-making-trend all around recently.. i've been wandering around.. downloading this blogspot dot com a few times, trying to sign up.. Yet i just cancelled them..
No use, i think, because i myself have already had another one @ Friendster : http://listen-to-esdoubleu.blogs.friendster.com/my_blog/.. hehe.. Just trying to promote.. U surely have to visit it sometimes, coz i dont make a double publication..
But later i find myself again.. I find the same old honesty.. That i can write, i have passion to write..
Okay.. This is my very new beginning..So.. need your help and support..Thanx..
....es.....
The love is not enough ---;)
My videos. Featured videos.
My photos. Now you know me.
most viewed
Browse Flickr
My lifestream. Stay updated with me.
Recent Comments
About Me
- Esdoubleu
- Adalah sepasang sandal jepit yang tinggal sebelah, kumal, berdebu, dengan sedikit noda bekas lumpur di pinggirannya. Sedikit tidak waras, tetapi berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia baik-baik saja, sembari berharap suatu saat nanti, ia akan bertemu dengan sebelah sandal jepitnya yang hilang.
Tags
My favblog. Feeds from them.
My videos. Featured videos.
Most Viewed
Labels
- About Me (19)
- About You (13)
- Feature (4)
- Headline (1)
- Love (13)
- Nothing-ness (16)
- Songs (2)
- Unfinished Project (35)










